Untitled Document
Untitled Document
Untitled Document
Lokasi Pengunjung
 
Program Kerja

PROGRAM KERJA
IKATAN AKUNTAN INDONESIA
PERIODE 2010-2014

LANDASAN PENYUSUNAN PROGRAM KERJA

Program Kerja disusun dengan memperhatikan visi dan misi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), hasil keputusan Kongrs XI IAI yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2010, dan memorandum akhir tugas yang isampaikan Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI periode 2006-2010.

Kongres XI telah mengindentifikasi masukan dalam rangka penyusunan program kerha DPN yaitu:

1.

Meningkatkan sinergi antar organ organisasi IAI.

2.

Penguatan organ-organ kelembagaan IAI termasuk pengembangan forum akuntansi forensik dan IAI wilayah.

3.

Meningkatkan jumlah anggota secara lebih permanen dan nilai tambah bagi angota IAI.

4.

Menempatkan peran IAI pada hal yang lebih strategik.

5.

Mengusahakan sumber-sumber pendanan mealui kegiatan fund raising lainnya di samping jasa pelatihan yang telah dilaksanakan selama ini sehingga pengelolaan IAI dapat diaksanakan dengan memenuhi prnsip-prinsip profesionalisme.

Sebagai kelanjutan dari Kongres XI IAI, DPN periode 2010-2014 memiliki tugas untuk menyelesaikan memorandum akhir tugas dan kepengurusan peride lalu. Hal-hal yang harus ditindaklanjuti tersebut adalah:

Melanjutkan Action Plan SMOs International Federation of Accountants (IFAC).

IFAC telah menetapkan 7 (tujuh) Statements Membership Obligation (SMOs) yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota IFAC sebagai berikut:

1.

Quality

2.

International Education Standards

3.

Auditing

4.

IFAC Code of Ethics for Profesiional Accountants

5.

Public Sector Accounting Standards

6.

Investigations and Discipline

7.

International Financial Reporting Standards

Standar yang dikeluarkan IFAC ini akan merupakan panduan global bagi seluruh stakeholders yang terkait untuk bersama-sama berinteraksi dalam membentuk seorang akuntan yang profesional.

IAI harus secara konsisten melaksanakan action plan dalam rangka compliance program SMO IFAC ini.

Melanjutkan Program Konvergensi IFRS

Implementasi program konvergensi IFRS 2012 yang telah dicanangkan IAI harus dilanjutkan dengan mendapat dukungan dari semua pihak agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik. Dukungan dan kerjasama secara nasional dari seluruh pemangku kepentingan masih perlu dioptimalkan.Perlu dibentuk tim nasional yang mewakili seluruh unsur: IAI, Bapepam, DJP, BI, Kemenkeu, Kementerian BUMN, asosiasi/wakil industri serta akademisi.

Implementasi SAK ETAP

Komitmen IAI untuk mendukung pengembangan sektor UKM perlu ditindaklanjuti dengan rencana strategis sosialisasi dan implementasi SAK ETAP yang telah diterbitkan IAI. Juga perlu diwujudkan kerjasama dengan berbagai pihak misal dengan Kementerian terkait, Kadin, Perguruan Tinggi, Bank Indonesia, atau asosiasi lain yang relevan.

Perlu diselenggarakan pilot project penerapan SAK ETAP seutuhnya bekerjasama dengan mitra kerja yang terkait sehingga SAK ETAP dapat segera tersebar implementasinya ke seluruh Indonesia. Pembentukan Tim Implementasi SAK ETAP seperti tim Implementasi IFRS perlu dipertimbangkan.

Terus Memperjuangkan Landasan Hukum Profesi Akuntansi

IAI perlu menyikapi secara resmi RUU Akuntan Publik yang sedang dibahas oleh DPR bersama pemerintah.

Khusus terkait RUU Pelaporan Keuangan, IAI telah dilibatkan sebagai anggota tim penyusun RUU Pelaporan Keuangan yang dibentuk oleh Kementerian Keuangan. Draft naskah akademik yang telah disusun perlu dikaji kembali untuk segera difinalisasi dan disampaikan kepada pemerintah.
Dengan adanya landasan hukum ini diharapkan nantinya profesi kita dapat semakin tertata baik, tumbuh dan berkembang.

Pembentukan IAI Wilayah di 33 Propinsi Memperkuat Struktur Pendanaan IAI

IAI diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan kegiatannya sehingga program kerja yang disusun dapat berjalan dengan lebih baik dan semakin berkembang. Kegiatan IAI agar dapat diupayakan mendapatkan bantuan grant, dan pengumpulan dana abadi dari berbagai sumber.

PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DPN PERIODE 2010 – 2014

DPN telah menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota atas 12 (dua belas) aktivitas utama sebagai berikut:

1.

Kebijakan Publik

2.

Kompetensi Akuntan

3.

Pengembangan Organisasi

4.

Konvergensi Standar Internasional

5.

Praktek Sektor Publik

6.

Stakeholders Management dan Public Relation

7.

Pengembangan Pasar Modal dan Industri Keuangan

8.

Image Building

9.

Public Services (business development)

10.

Information Communication dan Technology

11.

Pendanaan

12.

Hubungan Internasional

TUJUAN STRATEGIS IAI PERIODE 2010-2014

Empat (4) tujuan strategis IAI yang merupakan penjabaran visi IAI adalah:

1.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang memiliki gevernance system yang terbaik

1.1

Pengembangan Organisasi dan Penataan Hubungan Internal.

1.2

Pendanan

1.3

Information Communication and Technology

1.4

Hubungan International

   

2.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang memberikan value bagi anggota

2.1

Kompetensi Akuntan

2.2

Peningkatan image IAI

   

3.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang memberikan valu bagi key stakeholders IAI.

3.1

Kebijakan Publik

3.2

Konvergensi Standar Internasional

3.3

Praktek Sektor Publik

3.4

Stakeholder management, PR peningkatan image IAI

3.5

Pengembangan pasar modal dan industri keuangan

3.6

IAI Knowledge Center

   

4.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang mendapat kepercayan publik dan penghargaan kepada profesi

IAI harus secara konsisten melaksanakan action plan dalam rangka compliance program SMO IFAC ini.

Melanjutkan Program Konvergensi IFRS

Implementasi program konvergensi IFRS 2012 yang telah dicanangkan IAI harus dilanjutkan dengan mendapat dukungan dari semua pihak agar proses konvergensi ini dapat berjalan dengan baik. Dukungan dan kerjasama secara nasional dari seluruh pemangku kepentingan masih perlu dioptimalkan.Perlu dibentuk tim nasional yang mewakili seluruh unsur: IAI, Bapepam, DJP, BI, Kemenkeu, Kementerian BUMN, asosiasi/wakil industri serta akademisi.

Implementasi SAK ETAP

Komitmen IAI untuk mendukung pengembangan sektor UKM perlu ditindaklanjuti dengan rencana strategis sosialisasi dan implementasi SAK ETAP yang telah diterbitkan IAI. Juga perlu diwujudkan kerjasama dengan berbagai pihak misal dengan Kementerian terkait, Kadin, Perguruan Tinggi, Bank Indonesia, atau asosiasi lain yang relevan.

Perlu diselenggarakan pilot project penerapan SAK ETAP seutuhnya bekerjasama dengan mitra kerja yang terkait sehingga SAK ETAP dapat segera tersebar implementasinya ke seluruh Indonesia. Pembentukan Tim Implementasi SAK ETAP seperti tim Implementasi IFRS perlu dipertimbangkan.

Terus Memperjuangkan Landasan Hukum Profesi Akuntansi

IAI perlu menyikapi secara resmi RUU Akuntan Publik yang sedang dibahas oleh DPR bersama pemerintah.

Khusus terkait RUU Pelaporan Keuangan, IAI telah dilibatkan sebagai anggota tim penyusun RUU Pelaporan Keuangan yang dibentuk oleh Kementerian Keuangan. Draft naskah akademik yang telah disusun perlu dikaji kembali untuk segera difinalisasi dan disampaikan kepada pemerintah.
Dengan adanya landasan hukum ini diharapkan nantinya profesi kita dapat semakin tertata baik, tumbuh dan berkembang.

Pembentukan IAI Wilayah di 33 Propinsi Memperkuat Struktur Pendanaan IAI

IAI diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan kegiatannya sehingga program kerja yang disusun dapat berjalan dengan lebih baik dan semakin berkembang. Kegiatan IAI agar dapat diupayakan mendapatkan bantuan grant, dan pengumpulan dana abadi dari berbagai sumber.

PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DPN PERIODE 2010 – 2014

DPN telah menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota atas 12 (dua belas) aktivitas utama sebagai berikut:

1.

Kebijakan Publik

2.

Kompetensi Akuntan

3.

Pengembangan Organisasi

4.

Konvergensi Standar Internasional

5.

Praktek Sektor Publik

6.

Stakeholders Management dan Public Relation

7.

Pengembangan Pasar Modal dan Industri Keuangan

8.

Image Building

9.

Public Services (business development)

10.

Information Communication dan Technology

11.

Pendanaan

12.

Hubungan Internasional

TUJUAN STRATEGIS IAI PERIODE 2010-2014

Empat (4) tujuan strategis IAI yang merupakan penjabaran visi IAI adalah:

1.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang memiliki gevernance system yang terbaik.

1.1

Pengembangan Organisasi dan Penataan Hubungan Internal.

1.2

Pendanan

1.3

Information Communication and Technology

1.4

Hubungan International

   

2.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang memberikan value bagi anggota.

2.1

Kompetensi Akuntan

2.2

Peningkatan image IAI

   

3.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang memberikan valu bagi key stakeholders IAI.

3.1

Kebijakan Publik

3.2

Konvergensi Standar Internasional

3.3

Praktek Sektor Publik

3.4

Stakeholder management, PR peningkatan image IAI

3.5

Pengembangan pasar modal dan industri keuangan

3.6

IAI Knowledge Center

   

4.

Terwujudnya IAI sebagai organisasi yang mendapat kepercayan publik dan penghargaan kepada profesi

 
Untitled Document
copyright © 2013 IAI KEPRI , all right reserved | best view @ mozilla firefox | [ Webmail ]
Design by imtas.net